Latest Dhaharan :
Recent Dhaharan
Showing posts with label Sumatra. Show all posts
Showing posts with label Sumatra. Show all posts

Kuwah Pli'u Aceh

Kuwah Pli'u adalah makanan khas Aceh yang berbahan dasar ampas dari sisa perasan minyak kelapa tua. Bahan utama makanan ini adalah bungkil kelapa yang diparut yang bertujuan untuk membuang minyaknya. Setelah itu bahan makanan ini ditambahkan dengan daun dan buah melinjo serta chu (sejenis siput yang hidup di sungai). Dalam praktiknya, masyarakat Aceh juga menambahkan sayuran lain untuk masakan ini seperti kacang panjang, pepaya muda dan nangka muda. Selain itu untuk menguatkan rasa, Asam sunti (belimbing wuluh yang dikeringkan setelah dikukus bersama garam) ditambahkan pula sebagai bumbu khasnya.

Bahan :
- Kacang panjang ¼ kg
- Daun melinjo 4 ikat
- Buah melinjo muda 1 ons
- Nangka muda 2 plastik
- Terong hijau 10 buah
- Kangkung 1 ikat
- Pliek U ¾ gelas duralex kecil
- Kalapa kukur 1 buah
- Udang ¼ kg- Kikil sesuka
- Garam secukupnya

Bahan Bumbu Giling :
- Ketumbar giling kering 2 sdm
- Cabe merah 6 buah
- Cabe rawit 20 buah
- Bawang Merah 6 siung
- Bawang putih 3 siung
- Jahe 1 cm
- Kunyit halus 1 sdt
- Ketumbar masak 1 sdt
- Kelapa gongseng (ulhee) 2 sdm
- Merica bulat ½ sdm- Asam sunti 3 buah

Bahan Bumbu Rajang :
- Cabe hijau 9 buah
- Bawang merah 3 siung
- Sere 2 batang
- Daun jeruk 10 lembar

Cara membuat :
1. Gongseng pliek u dengan api kecil sampai harum baunya, tambahkan 1 gelas duralex panjang air sampai mendidih. Sesudah mendidih disaring (buang airnya). Blender pliek u hingga halus.
2. Rebus buah melinjo dan nangka muda sampai empuk (buang airnya)
3. Rebus kikil hingga empuk (buang airnya)
4. Potong sayur-sayuran, giling bumbu sampai halus dan rajang bumbu rajang.
5. Peras kelapa kukur sampai mejadi santan encer
6. Masukkan ke dalam panci sayur-sayuran, bumbu giling, bumbu rajang, udang, garam, pliek u (kecuali kangkung dan daun jeruk) aduk- aduk hingga rata. Masukkan air sedikit lalu direbus.
7. Sesudah berasap masukkan santan encer (aduk-aduk)
8. Ketika hampir matang masukkan kangkung dan daun jeruk
9. Selamat mencoba 

Tempoyak Ikan Patin Jambi

Tempoyak yang belum dimasak
Tempoyak adalah masakan yang berasal dari buah durian yang difermentasi. Tempoyak merupakan makanan yang biasanya dikonsumsi sebagai lauk teman nasi. Tempoyak juga dapat dimakan langsung (hal ini jarang sekali dilakukan, karena banyak yang tidak tahan dengan keasaman dan aroma dari tempoyak itu sendiri). Selain itu, tempoyak dijadikan bumbu masakan.
Citarasa dari Tempoyak adalah masam, karena terjadinya proses fermentasi pada daging buah durian yang menjadi bahan bakunya. Tempoyak dikenal di Indonesia (terutama di Palembang, Lampung dan Kalimantan), serta Malaysia. Di Palembang sendiri, makanan ini dimakan bersama ayam. Di Lampung, Tempoyak menjadi bahan dalam hidangan Seruit atau campuran dalam sambal.

Tempoyak ikan Patin
Bahan :
- 1 kg ikan patin, bersihkan, potong-potong
- 150 gr tempoyak (atau Disesuaikan asamnya)
- 1 batang serai, memarkan 
- 3 cm lengkuas, memarkan
- Gula pasir secukupnya
- Gram secukupnya
- Vetsin secukupnya 
- 800 ml air
 
Bumbu yang di haluskan: 
- 5 buah cabe merah
- 10 buah cabe rawit (pedesnya sesuai selera aja ya)
- 3 cm kunyit
- 3 cm jahe

Cara membuat :
1. Campur bumbu halus dan bahan lainnya kecuali ikan, gram, gula pasir dan vetsin. masak sampai mendidih.
2. Masukkan ikan, garam, vetsin dan gula pasir. masak sampai ikan matang.sajikan.

Asam Padeh Ikan Tongkol Sumatra Barat

Asam pedas (bahasa Melayu) atau asam padeh (bahasa Minangkabau) adalah salah satu masakan tradisional Minangkabau dan Melayu (Riau, Jambi, dan Semenanjung Malaya) yang memiliki cita rasa asam dan pedas. Masakan ini menggunakan berbagai jenis ikan dan hidangan laut seperti ikan tongkol, kakap, tuna, Ikan kembung, gurami, dan cumi-cumi sebagai bahan utama yang kemudian dibumbui dengan asam jawa, cabai, dan rempah-rempah lainnya.
Hidangan ikan asam pedas dikenal secara meluas di Sumatera dan di Semenanjung Melayu. Hidangan ini dikenal baik dalam khazanah seni memasak Minangkabau ataupun Melayu, sehingga tidaklah jelas dari manakah asal mula hidangan ini. Hidangan asam pedas Minang dapat ditemukan dengan mudah di seluruh Rumah Makan Padang yang ada di Indonesia dan Malaysia, bahkan telah menjadi masakan khas masyarakat Melayu dan Aceh. Namun racikan bumbu-bumbu yang digunakan berbeda menurut daerah masing-masing.
Asam pedas merupakan kuah yang di dalamnya terdapat bumbu pedas dan asam yang dilengkapi dengan sayur-sayuran. Di Aceh, asam pedas sangat jarang menggunakan sayur, melainkan dipadukan dengan ikan tongkol yang disebut Asam Keueng. Sedangkan di Riau, asam pedas telah menjadi bagian dari seni memasak masyarakat Melayu yang biasanya dipadukan dengan ikan patin, ikan baung, ikan selais, dan ikan gabus.

Bahan:
- 500 gr (kurang lebih) Ikan Tongkol
- 1000 ml air
- 1 batang serai, ambil putihnya (dikeprek)
- 1 lembar daun kunyit (yang sedang)
- 2 lembar daun jeruk
- 2 lembar daun salam
- 3 asam kandis kecil (kalau terlalu besar bisa terlalu asam)
- 1 buah tomat (optional)
- Garam
 
Bumbu dihaluskan:
- 20 cabe merah (sesuai kebutuhan)
- 6 butir bawang merah ukuran sedang
- 2 butir bawang putih ukuran sedang
- 3 butir kemiri
- 1 ruas jempol lengkuas
- ½ ruas jempol jahe
 
Cara Memasak:
- Bersihkan Ikan, kemudian lumuri dengan garam dan air jeruk nipis
- Didihkan air bersama bumbu yang dihaluskan, setelah mendidih masukkan daun salam,daun jeruk dan  daun kunyit
- Setelah mendidih,tunggu sampai air agak menyusut baru masukkan ikan-Masukkan asam kandis ketika ikan setengah matang, masak sampai ikan empuk
 
Tips:
Seperti tadi sudah diberitahukan, Ikan Tongkol ini bisa diganti dengan daging,Ikan Gurame ataupun jamur tiram.Apabila menggunakan daging, jumlah air dikurangi karena pada saat dimasak daging akan mengeluarkan air, dan daging dimasukkan bersama-sama pada saat mulai merebus kuah (jangan sampai mendidih)Untuk Ikan gurame dan Jamur Tiram, karena teksturnya lebih lembut pada saat air mendidih masukkan asam kandis, tunggu agak menyusut airnya baru masukkan Ikan Gurame atau Jamur. 
Selamat mencoba...

Arsik Tapanuli

Arsik adalah salah satu masakan khas kawasan Tapanuli yang populer. Masakan ini dikenal pula sebagai ikan mas bumbu kuning. Ikan mas adalah bahan utama, yang dalam penyiapannya tidak dibuang sisiknya.
Bumbu arsik sangat khas, mengandung beberapa komponen yang khas dari wilayah pegunungan Sumatera Utara, seperti andaliman dan asam cikala (buah kecombrang), selain bumbu khas Nusantara yang umum, seperti lengkuas dan serai. Bumbu-bumbu yang dihaluskan dilumuri pada tubuh ikan beberapa saat. Ikan kemudian dimasak dengan sedikit minyak dan api kecil hingga agak mengering.

Bahan:
* 1 kg ikan mas (2 sd 3 ekor)
* 3 bh jeruk nipis
* 10 btg serai, memarkan
* 1 genggam daun kemangi
* 3 bh bunga kecombrang
* 5 lbr daun mangkokan, iris halus
* 1 sdm andaliman
* 5 btr kemiri
* 7 cm kunyit
* 5 cm jahe
* 5 cm lengkuas
* 2 bh asam kandis
* 1 sdt garam
* cabe terserah mau pedas apa tidak.
* kemeri, terserah menurut selera.
* 6 b. merah
* 4 b. putih
* tomat (sebagai hiasan)
Cara membuat:
1. Bersihkan ikan, buang insang dan sisiknya, cuci bersih, lumuri air jeruk nipis, lalu diamkan selama 15 menit.
2. Setelah itu lumuri ikan dengan sebagian bumbu yang dihaluskan, di bagian dalam badan ikan dengan sebagian serai dan bunga kecombrang atau kacang panjang
3. Alasi wajan dengan serai, taruh berturut-turut ikan, kemangi, kecombrang, daun mangkokan, dan asam, tuang air secukupnya hingga ikan terendam.
4. Tutup wajan, masak dengan api kecil sampai matang dan air habis. Setelah airnya agak kering, boleh di tambahin air lagi supaya duri ikannya benar2 empuk dan di cicipi rasanya, apa perlu di tambahin garam.
5. Terakhir, kalu menurut Anda ikan sudah cukup matang dan rasanya juga sudah cukup masukkan santan dari atas dan potong tomat susun di atasnya juga, kembali tutup dan masak, terserah mau kiring apa tidak.
6. Setelah matang angkat susun di pinggan yang besar dan lonjong.

Timphan Aceh

Timphan adalah sejenis penganan kecil yang aslinya berasal dari Aceh. Bahan untuk membuat timpan terdiri dari tepung, pisang, dan santan. Pisang yang dipakai adalah pisang wak. Semua bahan ini kemudian diaduk-aduk sampai kenyal. Lalu dibuat memanjang dan di dalamnya diisi dengan srikaya atau kelapa parut yang dicampur dengan gula. Kemudian adonan ini dibungkus dengan daun pisang dan dikukus (rebus tanpa direndam air) selama 1 jam.

Bahan Srikaya :
- Telur ayam 1 gelas duralex panjang
- Gula pasir 1 gelas duralex panjang
- Santan kelapa kental 1 gelas duralex panjang (1/4 nya pati daun pandan)
- Jintan manis (halus) 1 sendok teh
- Vanili ½ sendok teh
- Kayu manis 1 cm

Bahan Adonan :
- Tepung ketan Rose Brand 1 kantong
- Pisang ayam matang 8 buah
- Santan kental 1 gelas duralex panjang

Bahan lain :
- Daun pisang muda
- Garam secukupnya
- Mentega secukupnya

Cara membuatnya :
1. Srikaya
Gula dan telur dicampur dan dikocok dengan mixer, setelah rata masukkan santan kelapa lalu kocok lagi sampai merata. Masukkan jintan manis, vanili, dan kayu manis dan kocok lagi. Sesudah rata kemudian dikukus sampai matang.

2. Adonan
Pisang ayam ditambah gula 2 sendok makan dan garam 1 sendok teh dimasak dengan santan sampai matang, angkat dan dinginkan.
Campur pisang tadi dengan tepung menjadi adonan (banyaknya tepung disesuaikan, sehingga dapat menjadi adonan yang baik). Pemasukan tepung ke dalam adonan dilakukan secara sedikit demi sedikit sehingga nantinya adonannya tidak keras (batat). Kemudian bentuk adonan menjadi bulat lebih kurang sebesar buah duku.

3. Timphan
Siapkan daun pisang muda sebesar kurang lebih 15 x 20 cm, lamuri dengan minyak goreng yang dicampur dengan mentega sedikit. Pipihkan adonan bulat tadi (teh timphan). Sesudah pipih masukkan masukkan srikaya ke dalam adonan dan dibalut. Bungkus timphan tadi dengan daun yang rapi.
Kukus sampai matang.

4. Selamat mencoba.

Gulee Itek Aceh

Gulee Itek merupakan gulai khas dari daerah Aceh. Gulai ini berbahan dasar bebek kampung yang diolah hingga empuk dengan racikan bumbu khas Aceh yang rumit dan komplit. Gulai bebek yang terkenal di masyarakat Aceh ialah gulai bebek buatan daerah Bireun karena bumbunya yang sangat kental dihasilkan dari perasan santan kental.

Bahan:
1 ekor (800gr) itik/ bebek.
4 sendok makan minyak sayur.
6 butir bawang merah, dicincang halus.
2 sendok makan air jeruk nipis.
5 sendok makan kelapa parut, sangrai, tumbuk hingga berminyak.
300 ml santan kental dari 1 butir kelapa kupas parut.
600 ml santan encer dari 1/2 butir kelapa kupas parut.

Bumbu : Haluskan aduk rata.
4 butir bawang merah.
6 buah cabai merah besar, buang bijinya.
2 cm jahe.
4 butir cengkih.
3 sendok teh ketumbar sangrai.
1 sendok teh kembang pala.
1/4 sendok teh pala bubuk.
1/4 sendok teh adas.
10 butir merica hitam butiran.
2 sendok teh garam.
1 sendok teh gula pasir.
6 sendok makan santan kental.

Cara membuatnya :
1. Potong itik menjadi 8 bagian. Cuci bersih, tiriskan.
2. Panggang potongan itik di atas bara api hingga kaku dan agak kecoklatan. Angkat.
3. Panaskan minyak, tumis bawang merah hingga layu. Angkat.
4. Aduk potongan itik dengan bumbu halus, bawang tumis, kelapa sangrai, dan air jeruk hingga rata.
5 Tambahkan santan kental. Diamkan selama 15 menit agar meresap.
6. Masak itik di atas api sedang hingga mendidih.
7. Tuang santan encer, rebus hingga daging itik lunak dan kuah berminyak kental. Angkat, sajikan hangat.
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Dhaharan Indonesia - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template