Latest Dhaharan :
Recent Dhaharan
Showing posts with label Jawa. Show all posts
Showing posts with label Jawa. Show all posts

Gado-gado Solo

Gado-gado adalah salah satu makanan yang berasal dari Jawa yang berupa sayur-sayuran yang direbus dan dicampur jadi satu, dengan bumbu kacang atau saus dari kacang tanah yang dihaluskan disertai irisan telur dan di atasnya ditaburi bawang goreng. Sedikit emping goreng atau kerupuk (ada juga yang memakai kerupuk udang) juga ditambahkan.
Gado-gado dapat dimakan begitu saja seperti salad dengan bumbu/saus kacang, tapi juga dapat dimakan beserta nasi putih atau kadang-kadang juga disajikan dengan lontong.

Bahan:
- 1/4 papan tempe goreng
- 1/4 tahu cina goreng
- 75 gr kol, diiris kasar
- 1 buah kentang rebus potong kecil
- 1 buah wortel, dipotong0potong
- 50 gr buncis, direbus, dipotong-potong
-  1 butir telur ayam, rebus, belah dua
- 1 bonggol daun selada keriting
- kerupuk udang goreng secukupnya
- kerupuk emping secukupnya

Bumbu Kacang:
- 150 gr kacang tanah
- 3 siung kemiri
-5 buah cabe rawit merah
- 2sdm gula merah
- 3 siung bawang putih
- 300ml santan sedang
- garam secukupnya
- minyak goreng secukupnya

Cara Membuat:
1. Bumbu kacang.
- Goreng kacang tanah hingga matang, angkat dan triskan.
- Haluskan kacang tanah dengan bumbu kacang, lalu ditambah santan, aduk hingga rata.
- Masak bumbu kacang dengan api sedang, sesekali diaduk biar santan tidak pecah, masak sambal kacang sampai mengental.

Susun diatas piring beberapa lembar daun selada, potongan wortel, buncis, dan kentang, irisan kol, potongan tempe, tahu dan telur rebus. Lalu siram dengan sambal kacang.
Sajikan untuk 2 porsi.
Selamat mencoba...

Carang Gesing Solo

Carang Gesing adalah makanan tradisional khas Solo, Jawa Tengah dengan bahan dasar pisang yang dikukus dalam daun pisang. Jika dilihat dari bentuknya, makanan ini mirip dengan nagasari, akan tetapi sebenarnya bukan nagasari.

Bahan:
- 500 gr pisang ambon masak
- 200 cc santan kelapa
- 100 cc air
- 75 gr gula pasir
- 1 butir telur ayam
- Daun pandan secukupnya (dipotong-potong)

Cara membuat:
1. Campur santan, air, gula pasir, aduk hingga rata.
2. masukkan telur, aduk lagi hingga rata.
3. Masukkan daun pandan yang sudah dipotong-potong.
4. Potong tipis-tipis pisang ambon, masukkan ke adonan, aduk hingga rata.
5. Bungkus bentuk tum dengan daun pisang, semat pakai lidi, kukus hingga matang.
6. Angkat, tunggu hingga dingn, sajikan.

Selamat mencoba...

Rujak Soto Banyuwangi

Rujak Soto adalah masakan khas dari daerah Banyuwangi, Jawa Timur. Masakan ini merupakan paduan unik antara rujak cingur dengan soto babat.
Biasanya rujak disajikan terlebih dahulu, kemudian disiram dengan kuah soto berikut babatnya. Rasanya juga khas, ada unsur soto sekaligus rasa rujak dengan aroma terasinya. Rujak soto kadang disajikan dengan es temulawak

Bahan :
- 1 bh tahu putih besar, goreng, potong-potong
- 150 gr tempe, goreng, potong-potong
- 75 gr kangkung, potong-potong, rebus
- 100 gr taoge, rebus
- 250 gr cingur sapi, rebus, potong-potong
- 1 bh mentimun, potong-potong
- 4 piring nasi atau 5 bh lontong (potong-potong)

Bumbu Rujak (haluskan):
- 3 bh cabai merah
- 4 bh cabai rawit
- 1 bh pisang batu, potong-potong
- 75 gr kacang tanah goreng
- 75 gr gula merah
- 2 sdt garam
- 3 sdm petis
- 5 sdm air asam jawa

Kuah Soto:
- 150 gr babat rebus, potong-potong
- 150 gr usus sapi rebus, potong-potong
- 200 gr tetelan sapi, potong-potong
- 1500 ml air
- 2 btg serai, memarkan
- 3 lbr daun jeruk, potong-potong
- 1 sdm garam
- 1 sdt gula pasir
- 2 btg daun bawang, potong-potong
- 3 sdm minyak untuk menumis

Haluskan:
- 8 bh bawang merah
- 4 siung bawang putih
- 3 cm kunyit bakar
- 4 bh kemiri, sangria
- 2 cm jahe
- 1 sdt lada
- 1 sdt ketumbar

Cara Membuat :
1. Buat kuah soto: rebus tetelan sampai lunak, angkat. Ukur kaldunya 1000 ml.
2. Tumis bumbu halus, serai, dan daun jeruk sampai matang. Tuang ke dalam kaldu. Tambahkan babat, usus, dan
tetelan. Rebus sampai matang, bumbui gula dan garam, taburi irisan daun bawang.
3. Aduk bumbu rujak, tambahkan tahu, tempe, kangkung, taoge, cingur, mentimun. Aduk rata.
4. Sajikan nasi panas atau lontong, tambahkan bumbu rujak, siram dengan kuah soto
5. Beri bawang goreng secukupnya, kecap secukupnya dan nikmati dengan tambahan kerupuk renyah.

Cahkwe Kalimantan

Cahkwe adalah salah satu panganan tradisional Tionghoa. Cahkwe adalah dialek Hokian yang berarti Hantu yang Digoreng. Cahkwe mulai populer di zaman Dinasti Song, berawal dari matinya Jenderal Yue Fei yang terkenal akan nasionalismenya akibat fitnahan Perdana Menteri Qin Hui. Mendengar kabar kematian Yue Fei, rakyat Tiongkok kemudian membuat 2 batang kecil dari adonan tepung beras yang melambangkan Qin Hui dan istrinya lalu digoreng untuk dimakan. Ini dilakukan sebagai simbolisasi kebencian rakyat atas Qin Hui.

Bahan: 
- 500gr terigu
- 400ml air
- 1sdm baking powder
- 1sdt Baking soda
- 1 1/2 sdt garam
- Minyak goreng secukupnya

Cara membuat :
1. Masukkan baking powder, baking soda dan garam ke dalam baskom, campur air lalu diaduk rata.
2. Masukkan terigu, aduk rata dan biarkan 15-20 menit.
3. Ambil adonan bagian pinggir baskom. pindahkan ke tengah-tengah adonan, biarkan selama 15-20 menit.
4. Lakukan berulang dari no 1-4 sampai adonan kalis elastis.
5. Balik adonan dan beri sedikit minyak di permukaan supaya adonan tetap lembab. Biarkan 1 jam.
6 Keluarkan adonan dari baskom, bungkus dengan plastik dan bentuk jadi persegi panjang, diamkan selama 4 jam.
7. Bila membuat adonan cahkwe lebih dari 1/2kg. potong-potong adonan dan simpan dalam plastik per 1/2kg adonan.
8. Setelah 4 jam, buka bungkus plastiknya dan keluarkan adonan cahkwe.
9. Gilas adonan dengan menggunakan rolling kayu sampai ketebalan 15mm.
10. Potong adonan selebar 1cm sampai semua adonan habis.
11. Bikin dua potongan dengan meletakkan 2 satuan potongan berjejer.
12.Gunakan tusuk sate, tekan bagian tengah yang memanjang hingga kedua potongan bersatu.
13. Lakukan hal yang sama sampai semua potongan habis.
14. Ambil 1 bagian, tarik sampai 20 cm (jangan sampai putus) lalu goreng.
15. Angkat, tiriskan, dan sajikan dengan hangat.

Mochi Sukabumi

Mochi adalah kue Jepang yang terbuat dari beras ketan, ditumbuk sehingga lembut dan lengket, kemudian dibentuk menjadi bulat. Di Jepang, kue ini sering dibuat dan dimakan pada saat perayaan tradisional mochitsuki atau perayaan tahun baru Jepang. Namun demikian, jenis kue ini dijual dan dapat diperoleh di toko-toko kue di sepanjang tahun. Ia memiliki rasa yang khas yaitu lembut di saat pertama kali dimakan, dan lama kelamaan menjadi lengket.

Bahan:
- 100 gr mochiko/tepung mochi atau tepung ketan
- 180 ml air
- 50 gr gula
- Kacang merah halus (kira kira 4 sendok makan)
- Potato starch / corn starch secukupnya

Cara membuat :
- Gabung tepung ketan dan air dalam mangkuk tahan panas, aduk rata.
- Campurkan gula. aduk rata. tutupi mangkuk dengan plastik, microwaveselama 2 menit (suhu panas). Keluarkan, dan aduk rata pake sendok kayu. Microwave lagi selama 30 detik. Aduk rata.
- Dinginkan sampai bisa di bentuk.
- Tutupi talenan dengan plastik. taburi potato starch/cornstarch di atas talenan(tangan juga ya).
- Tuang adonan di atasnya. Potong 4 (pake pisau plastik). bungkus kacang merah dengan adonan. taburi potato starch dan cornstarch di seluruh mochi.

Otak-otak Banten

Otak-otak dibuat dari ikan yang diambil dagingnya, dihaluskan dan dibumbui. Selanjutnya daging ikan tersebut dimasukkan lagi kedalam kulit ikan yang kemudian direbus atau dipanggang dalam balutan daun pisang.
Makanan ini dapat dimakan tersendiri atau ditemani dengan saus asam pedas. Kadang-kadang dimakan untuk menemani nasi.

Bahan :
- Daging ikan tenggiri 1,25 kg
- Tepung tapioca 0,25 kg
- Tepung beras 50 g
- Gula pasir 3 sdm
- Santan kental 500 ml (dari 0,5 butir kelapa)
- Telur ayam 3 butir
- Daun kucai 10 helai
- Bawang merah 5 siung
- Bawang putih 3 siung
- Merica bubuk 1,5 sdt
- Garam 2 sdt
 

Pembungkus :
1. Daun pisang, dipotong ukuran 10 cm x 15 cm sebanyak 75 lembar
2. Lidi dipotong kecil-kecil menyerong
 

Sambal Otak-otak :
1. Kacang tanah 100 g
2. Kemiri 5 butir
3. Air 250 ml
4. Cuka 1 sdm
5. Garam secukupnya
 

Cara membuat :
1. Ikan tenggiri dibersihkan Buang tulang dan durinya. Keruk dagingnya dengan sendok
hingga halus.
2. Haluskan bawang merah, bawang putih, merica bubuk, dan dua sendok teh garam.
3. Daging ikan tenggiri, tapioka, tepung beras, garam, dan gula pasir dicampur dan
diaduk-aduk hingga merata.

Sambil terus diaduk tambahkan bumbu yang sudah dihaluskan.
4. Uleni adonan sambil dituangi santan dan telur hingga adonan terasa licin.
Aduk tents hingga adonan terasa kental dan lembut.
5. Kucai diiris-iris halus. Masukkan ke adonan dan aduk-aduk hingga merata.
6. Daun pisang yang sudah dibersihkan dan dipotongpotong dengan ukuran di atas,
kita siapkan. Masukkan satu sendok makan adonan ke daun pisang.
Bungkus memanjang dan agak pipih. Semat dengan lidi.
7. Otak-otak yang sudah dibungkus dibakar di atas bara api sambil dibolak-balik
hingga matang dan daunnya sedikit kering.
8. Kacang tanah disangrai dan dibuang kulitnya. Kemudian, kacang tanah dan
bahan-bahan sambal lainnya digerus sedikit kasar dan tambahkan air serta cuka.
9. Otak-otak disajikan dalam piring setelah dibuang pembungkusnya dan disiram
dengan sambal. Jika dijual, biasanya otak-otak dibungkus dalam plastik kemasan.
Satu plastik bisa diisi dengan 5 atau 10 buah otak-otak yang dilengkapi
dengan sambal dalam plastik kecil.

Soto Betawi Jakarta

Soto Betawi merupakan soto yang populer di daerah Jakarta. Seperti halnya soto Madura dan soto sulung, soto Betawi juga menggunakan jeroan. Selain jeroan, seringkali organ-organ lain juga disertakan, seperti mata, terpedo, dan juga hati. Istilah soto Betawi hadir dalam kuliner masakan Indonesia sekitar tahun 1977-1978, namun bukan bearti tidak ada soto sebelum tahun tersebut. Yang memopulerkan dan yang pertama memakai kata soto Betawi adalah penjual soto di THR Lokasari / Prinsen Park, tentunya dengan ciri khas cita rasa sendiri. Banyak penjual soto pada masa tahun-tahun tersebut, biasanya menyebut dengan soto kaki Pak "X" atau sebutan lainnya. Istilah soto Betawi mulai menyebar menjadi istilah umum ketika penjual soto tersebut tutup sekitar tahun 1991.

Bahan:
250 g daging sandung lamur sapi
1 kg jeroan sapi (babat, limpa, usus, paru) yang sudah bersih
5 cm kayu manis
3 lembar daun salam
1/2 butir biji pala, memarkan
500 ml santan dari 1 butir kelapa
1 Liter kaldu daging

Haluskan:
6 siung bawang putih
10 butir bawang merah
2 cm jahe
2 cm lengkuas
1/2 sdm ketumbar sangrai
2 sdt merica butiran, sangrai
1/2 sdt jintan, sangrai
3 butir kemiri, sangrai

Pelengkap:
3 batang daun bawang, iris halus
2 batang seledri, iris halus
3 buah tomat merah, iris membujur tipis
4 sdm kecap manis
3 sdm bawang merah goreng
100 g emping goreng
1 buah jeruk nipis, potong-potong
sambal cabai rawit

Cara membuat:
- Rebus daging dan jeroan sapi dalam air secukupnya hingga lunak.
- Angkat daging dan jeroan sapi. Potong-potong 2x1 cm.
- Panaskan minyak, tumis bumbu halus, kayu manis, daun salam, dan biji pala. Aduk hingga harum dan matang.
- Masukkan daging dan jeroan sapi. Aduk hingga rata
- Tuangi kaldu, masak hingga mendidih.
- Masukkan santan, masak di alas api kecil hingga mendidih dan bumbu meresap. Angkat.
- Penyajian:Taruh daging dan jeroan dalam maogkuk-mangkuk saji.
- Masukkan 1 tomat. daun bawang, dan daun seledri.
- Tuangi kuah panasnya, taburi bawang merah goreng.
- Sajikan hangat dengan kecap, jeruk nipis, emping, dan sambal ,awit.

untuk 6 porsi
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Dhaharan Indonesia - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template